Scott Kelly (52), seorang astronaut asal Amerika Serikat yang kembali ke Bumi pada 3 Maret 2016 setelah menghabiskan 342 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), tahu jawabnya.
Secara fisik, Kelly mengalami penambahan tinggi badan hingga 2 inci, atau sekitar 5 cm, dan usianya lebih muda sekitar 1/100 detik dari yang seharusnya.
Penambahan tinggi tersebut, seperti dijelaskan di blog resmi NASA, disebabkan tulang belakang para astronaut tidak terkenda dampak gravitasi.
Namun kenaikkan tinggi badan tersebut hanya bersifat sementara. Umumnya seorang astronaut yang pergi ke ISS akan mengalami kenaikkan tinggi badan hingga 3 persen.
Kelompok peneliti ISS mengatakan melalui Twitter, hanya dibutuhkan beberapa menit saja untuk Kelly kembali ke tinggi badan normalnya.
Pengalaman di luar angkasa
Kelly juga menceritakan pengalaman dirinya saat memantau Bumi dari luar angkasa. Selama perjalanannya ia telah melakukan lebih dari 450 eksperimen di ISS.
Misi Kelly di luar angkasa adalah untuk mempelajari dampak dari tidak adanya gravitas, radiasi, dan lingkungan yang lambat ke manusia selama penerbangan ke luar angkasa. Hal-hal ini merupakan poin penting sebagai persiapan menerbangkan manusia untuk menjelajahi Mars.
Ia mengatakan, polusi udara sudah sangat mencemari benua Asia karena daratannya tidak dapat dilihat lagi secara jelas dari luar angkasa. Selain itu, kebakaran kerap terjadi di salah satu negara bagian di Amerika Serikat, California, sepanjang periode musim panas (Juni-September).
Yang terpenting dari hasil pengamatan Kelly adalah betapa tipis dan rapuhnya lapisan atmosfer Bumi saat ini. Hal itu menjadi peringatan bagi penduduk Bumi untuk segera memperbaiki pola hidup dan industri guna mengurangi polutan yang dilepas ke udara.
Penjelasan lengkap mengenai misi Kelly selama satu tahun di luar angkasa bisa dibaca pada laman NASA ini.
Sumber: beritagar.id


