Selasa, 08 Maret 2016

Pulang ke Bumi, astronaut Scott Kelly jadi lebih tinggi dan muda


Scott Kelly (52), seorang astronaut asal Amerika Serikat yang kembali ke Bumi pada 3 Maret 2016 setelah menghabiskan 342 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), tahu jawabnya.

Secara fisik, Kelly mengalami penambahan tinggi badan hingga 2 inci, atau sekitar 5 cm, dan usianya lebih muda sekitar 1/100 detik dari yang seharusnya.

Penambahan tinggi tersebut, seperti dijelaskan di blog resmi NASA, disebabkan tulang belakang para astronaut tidak terkenda dampak gravitasi.

Namun kenaikkan tinggi badan tersebut hanya bersifat sementara. Umumnya seorang astronaut yang pergi ke ISS akan mengalami kenaikkan tinggi badan hingga 3 persen.

Kelompok peneliti ISS mengatakan melalui Twitter, hanya dibutuhkan beberapa menit saja untuk Kelly kembali ke tinggi badan normalnya.

Pengalaman di luar angkasa


Kelly juga menceritakan pengalaman dirinya saat memantau Bumi dari luar angkasa. Selama perjalanannya ia telah melakukan lebih dari 450 eksperimen di ISS.

Misi Kelly di luar angkasa adalah untuk mempelajari dampak dari tidak adanya gravitas, radiasi, dan lingkungan yang lambat ke manusia selama penerbangan ke luar angkasa. Hal-hal ini merupakan poin penting sebagai persiapan menerbangkan manusia untuk menjelajahi Mars.

Ia mengatakan, polusi udara sudah sangat mencemari benua Asia karena daratannya tidak dapat dilihat lagi secara jelas dari luar angkasa. Selain itu, kebakaran kerap terjadi di salah satu negara bagian di Amerika Serikat, California, sepanjang periode musim panas (Juni-September).

Yang terpenting dari hasil pengamatan Kelly adalah betapa tipis dan rapuhnya lapisan atmosfer Bumi saat ini. Hal itu menjadi peringatan bagi penduduk Bumi untuk segera memperbaiki pola hidup dan industri guna mengurangi polutan yang dilepas ke udara.

Penjelasan lengkap mengenai misi Kelly selama satu tahun di luar angkasa bisa dibaca pada laman NASA ini.

Sumber: beritagar.id

Total Solar Eclipse

Gerhana Matahari Total



Rabu, 9 Maret 2016, adalah hari yang istimewa. Hari yang langka. Hari itu manusia akan melihat proses bulan menutup pandangan kita atas matahari atau gerhana. Bumi akan menjadi gelap karena sinar matahari terhalang bulan.
Yang langka, fenomena ini hanya akan terjadi di bumi Nusantara. Tak heran jika hari-hari ini para peneliti, masyarakat, dan turis telah berkumpul di sejumlah wilayah di Indonesia yang bakal dilintasi gerhana matahari total.


Jalur totalitas gerhana membentang dari Samudra Hindia hingga utara Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Jalur gerhana itu selebar 155-160 kilometer dan terentang sejauh 1.200-1.300 kilometer, yang kali ini melintasi 12 provinsi di Indonesia.
Gerhana matahari akan melintasi 12 provinsi di Indonesia, tetapi totalitas gerhana hanya terjadi di delapan provinsi.


1. Pagai Utara, Sumatera Barat
Pukul 06.20.22 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 07.19.13 | Gerhana matahari total
Pukul 08.25.45 | Gerhana selesai


2. Palembang, Sumatera Selatan
Pukul 06.20.30 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 07.21.45 | Gerhana matahari total
Pukul 08.31.28 | Gerhana selesai


3. Tanjung Pandang, Bangka Belitung
Pukul 06.21.06 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 07.23.58 | Gerhana matahari total
Pukul 08.35.48 | Gerhana selesai


4. Palangkaraya, Kalimantan Tengah
Pukul 06.23.29 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 07.30.12 | Gerhana matahari total
Pukul 08.46.54 | Gerhana selesai


5. Balikpapan, Kalimantan Timur
Pukul 07.25.38 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 08.34.26 | Gerhana matahari total
Pukul 09.53.41 | Gerhana selesai


6. Palu, Sulawesi Tengah
Pukul 07.27.51 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 08.38.50 | Gerhana matahari total
Pukul 10.00.35 | Gerhana selesai


7. Ternate, Maluku Utara
Pukul 08.36.04 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 09.53.01 | Gerhana matahari total
Pukul 11.20.52 | Gerhana selesai


8. Maba, Maluku Utara
Pukul 08.37.01 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 09.54.39 | Gerhana matahari total
Pukul 11.23.06 | Gerhana selesai


Empat provinsi lain yang akan dilintasi gerhana sebagian adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah.
Gerhana matahari total (GMT) di Indonesia berlangsung selama 1,5 menit-3 menit. Di pusat jalur gerhana, gerhana total terpendek terjadi di Seai, Pulau Pagai Selatan, Sumatera Barat, selama 1 menit 54 detik dan terpanjang di Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara, selama 3 menit 17 detik.

 Waktu gerhana di Jakarta:
Pukul 06.19 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 07.21 | Gerhana matahari total
Pukul 08.31 | Gerhana selesai
Sumber: Kompas.com